NEWS UPDATE

Kadinkes Depok Hadiri Seminar Peran Teknologi Informasi dan Komputer di Universitas Gunadarma

Silahkan Share

photo 2 (4)

Selasa, 8 Maret 2016, setelah menghadiri launching Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Kelurahan Harjamukti, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok menghadiri undangan Universitas Gunadarma untuk menjadi Narasumber dalam seminar ” Peran Teknologi Informasi dan Komputer pada Beragam Program Pembangunan serta Pengembangan Pemerintah Kota  Depok” dengan disandingkan oleh Direktur e-Gov Kemkominfo, Firmansyah Lubis, M.TI. dr. Noerzamanti mendapatkan tema kaitan dengan Pengembangan dan Sistem Informasi di Bidang Kesehatan. Dalam paparan singkatnya, dr. Noerzamanti Lies Karmawati, M.Kes menyampaikan bahwa capaian kinerja yang didapatkan oleh Dinas Kesehatan Kota Depok tidak terlepas dari data. Data-data yang akurat, reliabel serta dapat dipertanggungawabkan sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan kebijakan kesehatan. Untuk mendapatkan data-data yang reliabel dan dapat dipertanggungjawabkan itu dibutuhkan lah Sistem Informasi . Sistem Informasi yang dapat membantu meng-efesienkan serta mengefektifkan dalam pelayanan kesehatan namun tidak mengesampingkan keakuratan data. Sudah banyak Sistem Informasi yang dibangun oleh Dinas Kesehatan, sebagai salah satu daya dukung Depok Cyber City, diantaranya Aplikasi SIMPUS, SIPO, SIBUGAR, SIPKAP, SINDU. SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas) dibangun untuk mempersingkat pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas, serta merapikan data dari awal pintu pendaftaran. Keluaran dari SIMPUS adalah laporan bulanan, seperti laporan kunjungan, laporan penyakit, laporan KIA, Laporan Gizi. SIPO merupakan Sistem Informasi Pengelolaan Obat, yang berguna untuk mengetahui stok opname obat dipuskesmas. Dengan adanya SIPO, maka dapat memudahkan dalam perencanaan ketersediaan obat. SIPKAP merupakan sistem informasi pengelolaan obat dan keamanan pangan yang dibangun guna membantu masyarakat yang ingin mengurus izin PIRT secara online, serta menerima laporan dari masyarakat apabila ditemukan bahan makanan berbahaya beredar bebas. SIBUGAR merupakan sistem informasi kebugaran yang berguna untuk mengetahui Indeks Masa Tubuh seseorang. SINDU merupakan Sistem Informasi Posyandu yang berguna untuk melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan yang dilakukan di posyandu,mulai dari pendaftaran, penimbangan hingga imunisasi. Selain Aplikasi yang dibangun mandiri oleh Dinas Kesehatan, ada juga Aplikasi yang dipergunakan oleh Dinas Kesehatan yang fungsinya sama yakni untuk mendapatkan data yang akurat dan reliabel. Aplikasi-aplikasi tersebut berasal dari Pusat, seperti PCare, SITT, SIHA, SISKOHAT. PCare merupakan aplikasi yang dibangun oleh BPJS dimana berguna untuk mencatat dan melaporkan pasien BPJS yang melakukan kunjungan ke Puskesmas serta mencatat diagnosa pasien. Aplikasi ini hampir sama dengan aplikasi SIMPUS. Karenanya menurut dr. Noerzamanti diperlukan interoperabilitas antara Aplikasi SIMPUS dan PCare.  Lebih lanjut, dr. Noerzamanti Lies menyampaikan, MoU yang sudah dibangun antara Universitas Gunadarma dengan Pemerintah Kota Depok, dapat menjadi jembatan guna memenuhi kebutuhan Sistem Informasi di Dinas Kesehatan, serta  bagi mahasiswa Universitas Gunadarma, apabila ingin melaksanakan Praktek Kerja Lapangan ataupun menjadikan ladang studi penelitian guna pengembangan Sistem Informasi Kesehatan di Kota Depok.

Dari salah satu audiens seminar, yakni Melisa, mahasiswi Ilmu Komunikasi bertanya kepada dr.Noerzamanti,apabila mereka memiki karya dan mereka ingin agar karya mereka dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kota, maka bagaimana langkah yang harus mereka tempuh. “Dinas Kesehatan membuka lebar kesempatan tersebut, cukup dengan membawa surat pengantar dan proposal ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan”, apabila karya tersebut lebih cocok untuk OPD yang lain, maka Dinas Kesehatan akan mengarahkan kepada OPD yang dimaksud” ungkap dr. Noerzamanti Lies Karmawati,M.Kes

photo 1 (4)

Comments

comments