NEWS UPDATE

Penyuluhan bagi Kader tentang Pemanfaatan TOGA

Silahkan Share

IMG-20170323-WA0003[1]

Sesuai dengan Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 48 tercantum bahwa salah satu dari 17 upaya kesehatan komprehensif adalah pelayanan Kesehatan Tradisional. Di Indonesia sistem pengobatan tradisional merupakan salah satu unsur budaya yang selama ini tumbuh, berkembang san diakui masyarakat secara turun temurun, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1076 tahu 2003, pengobatan tradisonal merupakan salah satu upaya pengobatan atau perawatan cara lain diluar ilmu kedokteran dan/atau ilmu keperawatan, yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan. Oleh karen pengobatan tradisional harus dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya maka perlu terus dibina, ditingkatkan dikembangkan dan diawasi dalam mewujudkan derajad kesehatan yang optimal. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskendas) tahun 2013 rumah tangga yang menggunakan ramuan obat tradisional untuk pengobatan sebesar 49,0%. Oleh karena besarnya manfaat tananaman obat keluarga (TOGA) maka perlu dikembangkan dan disebarluaskan di masyarakat.

Jumat, 17 Maret 2017 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Depok Gedung Dibaleka 2 Lantai 3, Seksi Perbekes, Sarpras, dan Pengawasan Makanan menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Pengembangan dan Pemanfaatan Toga. Penyuluhan ini dihadiri oleh Kader kecamatan sebanyak 33 orang yang terdiri dari 3 orang dari 11 kecamatan. Kegiatan dibuka oleh dr. Hidayat Nuh Ghazali selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Kota Depok, dilanjutkan materi oleh Edi Junaedi, SP. Msi dari PT.Prima Agritech Nusantara  dan Riska Febriadne Primastuti, MSi dari PT.Neo Kosmetika Industri. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kecamatan tentang pengembangan fan pemanfaatan tanaman obat keluarga dan meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan Toga dilingkungan masyarakat.

IMG-20170323-WA0010[1]