NEWS UPDATE

dr Aisyah: Mitos Vaksin Mengandung Babi

Silahkan Share

pin okey

Guna mendukung Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan diselenggarakan serentak pada tanggal 8-15 Maret 2016, Dinas Kesehatan Kota Depok, dengan di komandoi oleh seksi Promosi Kesehatan menyelenggarakan Workshop Pekan Imunisasi Nasional pada hari Rabu (17/2/2016) beberapa hari yang lalu dengan peserta kepala puskesmas seluruh kota Depok, perwakilan OPD beserta kader-kader posyandu di Kota Depok. Pertemuan ini membahas tentang petunjuk teknis tenaga kesehatan di lapangan selama kegiatan berlangsung yang disampaikan oleh kabid P2PPL, dr.Rani Martina dan kemudian dilanjut oleh narasumber kedua dari Imani-Primary Care yakni Dr. Siti Aisyah Ismail. Dokter berkewarganegaraan Malaysia yang menempuh pendidikan di Universitas Indonesia ini, memaparkan akan kontroversi penggunaan imunisasi. Ada beberapa mitos yang dia sampaikan salah satu diantaranya adalah Vaksin Mengandung Babi. Faktanya, bahwa tidak semua vaksin mengandung babi.Hanya ada tiga ( 3 ) vaksin yang menggunakan enzim tripsin dari sumber babi, yakni Vaksin meningitis, vaksin rotavirus dan vaksin polio. Mengapa enzim tripsin dari sumber babi ini dipilih ? Menurut dr.Aisyah “karena aman dari transmissible spongiform encephalopathy”. Enzim tripsin ini hanya dipergunakan sebagai katalis dalam proses panen vaksin dari kultur sel dengan cara membelah protein menjadi unit-unit kecil dan hanya sedikit jumlahnya yang diperlukan dalam proses ini. Enzim tersebut lalu dipisahkan dengan proses ultrafiltrasi. Hasil akhir produk vaksin tersebutpun tidak terdeteksi adanya DNA babi. Dalam paparan yang beliau sampaikan, dr.Aisyah juga memaparkan konsep pengobatan yang diajarkan dalam agama Islam adalah pencegahan penyakit dan mempertahankan kesehatan  seperti yang tertulis dalam Surat Al-Baqarah: 195 “..dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan..” , sehingga imunisasi menurut dr. Aisyah merupakan bagian dari pencegahan penyakit, bagian dari tawakkal, upaya seorang manusia dalam mengupayakan kesembuhan. Kegiatan workshop ini ditutup dengan pemberian doorprize kepada peserta yang telah setia mengikuti kegiatan dari awal hingga berakhirnya kegiatan. (drachma)

 

pin ok

Comments

comments