NEWS UPDATE

Dinkes Depok Akan Selenggarakan Skrining Penyakit Tidak Menular Bagi Masyarakat : GRATIS!

Silahkan Share

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang bersifat kronis dan berkaitan dengan pola makan tidak sehat, kurangnya aktifitas fisik, paparan dari rokok dan konsumsi alkohol. Kurangnya aktifitas fisik dan pola makan tidak sehat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah, peningkatan kadar gula darah dan lemak darah serta obesitas. Kondisi ini disebut sebagai sindroma metabolik yang mencetuskan kejadian penyakit kardiovaskuler sebagai penyebab kematian prematur.

Data WHO 2018 secara global, 71% kematian disebabkan oleh PTM, dimana kejadian kematian prematur (usia 30-69 tahun) terjadi pada 15 juta orang setiap tahunnya. Penyebab kematian PTM disebabkan oleh penyakit cardiovaskuler, kanker, gangguan pernapasan dan diabetes[1]. Kondisi yang sama terjadi di Indonesia, berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 tiga besar penyebab kematian di Indonesia adalah PTM yang terdiri dari Stroke, Penyakit Cardiovaskuler dan Diabetes Melitus dengan komplikasi [2].

Langkah utama untuk mengkontrol angka kejadian PTM adalah dengan menurunkan faktor risiko dan melakukan deteksi dini penyakit kronis dalam bentuk skrining kesehatan PTM. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa skrining kesehatan akan berhubungan dengan penurun risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan penurunan kematian prematur[3] [4][5].

Kebijakan tentang skrining PTM telah ditetapkan melalui gerakan yang dicanangkan Kementrian Kesehatan dan diperkuat dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, salah satunya tentang pelayanan kesehatan bagi usia produktif (15-59 tahun) berupa skrining kesehatan dan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 Tahun 2015 tentang penanggulangan penyakit tidak menular.[6][7][8].

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa setiap warga negara usia 15 -59 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib memberikan skrining kesehatan sesuai standar diwilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun. Pelayanan skrining kesehatan usia produktif meliputi deteksi obesitas dengan memeriksa tinggi badan, berat badan dan lingkar perut, deteksi hipertensi dengan melakukan pengukuran tekanan darah, deteksi kemungkinan diabetes mellitus dengan melakukan tes cepat gula darah, deteksi gangguan mental emosional dan perilaku, pemeriksaan ketajaman penglihatan, pemeriksaan ketajaman pendengaran dan deteksi dini kanker melalui pemeriksaan IVA khusus untuk wanita usia 30-59 tahun[6].

Berdasarkan hal diatas dan dalam rangka HUT Kota Depok Ke-20, Dinas Kesehatan melalui program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular memiliki tugas untuk menyelenggarakan “Depok Health Fair” dengan Pelayanan Skrining Penyakit Tidak Menular.

Kegiatan yang diselenggarakan di ITC Depok ini meliputi :

  1. Deteksi Obesitas
  2. Deteksi Hipertensi
  3. Deteksi Diabetes
  4. Deteksi Kanker melalui IVA/Papsmear dan Sadanis

Adapun Prasyarat sebagai berikut :

  1. Usia >15 tahun
  2. NIK/KTP
  3. Khusus untuk Papsmear membawa FC KTP dan Kartu BPJS aktif

Sedangkan syarat Pasmear dan IVA :

  1. Wanita sudah menikah
  2. Tidak melakukan hubungan seksual dan tidak memakai cairan pembersih vagina sejak 2 hari sebelum papsmear
  3. Tidak sedang haid
  4. Tidak sedang hamil

 

Comments

comments