NEWS UPDATE

Hari Penglihatan Sedunia Tahun 2019

Silahkan Share

 

“MATA SEHAT, SDM UNGGUL”adalah tema nasional  Peringatan Hari Penglihatan Sedunia (HPS) tahun 2019 dan kali ini mengusung tema Internasional “Vision First” dalam kampanye seluruh dunia memusatkan pada isu global dalam mendukung gerakan peduli kesehatan mata dan penglihatan sehat dan terhindar dari severity and disability. Melalui tema HPS tersebut kita di himbau agar menjaga kesehatan mata kita, karena mata kita adalah jendela dunia.

Data World Health Organization (WHO) pada  tahun 2006 memperkirakan sekitar 153 juta penduduk dunia mengalami kelainan refraksi yang tidak terkoreksi. Dari 153 juta orang tersebut, sekitar 13 juta diantaranya adalah anak-anak usia 5 – 15 tahun, dengan prevalensi tertinggi terjadi di Asia Tenggara.

Berdasarkan data kunjungan pasien dengan gangguan penglihatan yang didapatkan dari Puskesmas Se-Kota Depok Tahun 2019 dengan gangguan penglihatan Katarak Sebanyak 531 Kunjungan, untuk kelainan Refraksi seperti Myopi 240 Kunjungan, Hipermetropia 260 kunjungan, Presbiopia 229 kunjungan, Astigmatisma 113 kunjungan, Glaukoma 166 kunjungan, Retinopati Diabetikum 30 kunjungan, Low Vision 21 kunjungan, dan untuk kelainan refraksi yang lainnya sebanyak 280 kunjungan.

Agar gangguan penglihatan dapat dideteksi sedini mungkin dengan benar perlu melakukan cara :

  • Mengkonsumsi sayuran dan buah yang berwarna,
  • Perilaku membaca yang benar antara lain :
  1. Membaca dalam posisi duduk
  2. Penerangan cukup/ jangan jadikan sinar handphone ataupun sinar komputer sebagai sinar pencahayaan
  3. Mengistrahatkan mata setelah aktifitas mata pada jarak dekat (membaca, menggunakan komputer, menonton TV, menatap layar gadget/ HP) selama 1-2 Jam
  4. Memakai kacamata pelindung terutama yang anti UV
  5. Melindungi mata saat melakukan pekerjaan yang berpotensi mengakibatkan cedera pada mata.

Pemerintah terus melakukan edukasi kepada masyarakat terhadap pencegahan gangguan penglihatan dan mendorong masyarakat hidup sehat dengan mengajak agar melakukan deteksi dini di Fasilitas layanan kesehatan primer terintegrasi dengan penyakit menular lainnya, karena produktif dan sehat yang merupakan modal utama pembangunan bangsa.

Sumber : Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

 

 

Comments

comments