FAKTOR INDIVIDU SANGAT BERPENGARUH TERHADAP RESPON ANTIBODY VAKSIN COVID-19
Vaksinasi Covid-19 menjadi fokus di
Indonesia saat ini untuk mencapai herd immunity. Herd immunity atau
kekebalan populasi merupakan konsep perlindungan terhadap populasi dari virus
melalui program vaksinasi dengan target ambang cakupan vaksinasi yang tercapai (1).
Respon
pembentukan antibodi dapat memebentuk imunitas pada tubuh manusia yang sudah di
vaksin. Respon antibodi pada setiap individu setelah vaksinasi bervariasi,
antara lain tidak ada respon antibodi, respon antibodi kurang, dan respon
antibodi baik. Dengan tidak ada atau
kurangnya respon antibodi, maka tubuh tidak dapat mencegah penyakit
dengan baik,
sehingga dipertimbangkan
terkait peningkatan dosis atau revaksinasi.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa
antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi sangat bervariasi pada setiap
individu, hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah usia,
penyakit penyerta, riwayat pengobatan dan jenis vaksin. Rentang waktu
terbentuknya antibodi mulai dari 14 hari hingga 28 hari setelah vaksinasi yang
ke-2, bahkan pada beberapa kasus antibodi SARS-CoV-2 tidak terdeteksi meskipun
sudah 28 hari setelah vaksinasi (2) (3).
Terdapat berbagai perbedaan substansial antar individu dalam hal respon imun terhadap vaksinasi. Sejumlah penelitian telah dilakukan yang telah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi respon humoral dan seluler manusia. Faktor-faktor intrinsik (seperti usia, jenis kelamin, genetik, dan komorbiditas), perinatal (seperti usia kehamilan, berat lahir, metode, dan faktor ibu), dan ekstrinsik (seperti kekebalan yang sudah ada sebelumnya, mikrobiota, infeksi, dan antibiotik). Selanjutnya, faktor lingkungan (seperti lokasi geografis, musim, ukuran keluarga, dan racun), faktor perilaku (seperti merokok, konsumsi alkohol, olahraga, dan tidur), dan faktor nutrisi (seperti tubuh indeks massa, mikronutrien, dan enteropati) juga mempengaruhi bagaimana individu merespon untuk vaksin. Selain itu, faktor vaksin (seperti jenis vaksin, produk, adjuvant, dan dosis) dan faktor pemberian (jadwal, tempat, rute, waktu vaksinasi, dan vaksin yang diberikan bersama dan obat lain) juga penting. Pemahaman tentang faktor-faktor ini dan dampaknya dalam desain vaksinasi dan keputusan tentang jadwal vaksinasi menawarkan cara untuk meningkatkan imunogenisitas dan kemanjuran vaksin (4).
DAFTAR
PUSTAKA
1. WHO. Herd
Imunity. World Helath Organization. 2021.
2. Barden lindsey r, Sahly, K E, K K, Freyy. Efficacy
and Safety of the mRNA-1273 SARS-Cov -2 Vaksin. Engl J Med.
2020;4;384(5):403–16.
3. Prodia.
Anti-SARS-CoV-2. Prodia. 2021.
4. Zimmerma P,
Curtis N. Factors That Influence the Immune Response to Vaccination. Clin
Microbio Rev. 2019;2(32):18–84.
Sumber : UPTD Puskesmas Pengasinan