Hari Gizi Nasional Ke-62 : Aksi Bersama Cegah Stunting itu Penting!
HARI GIZI NASIONAL KE-62
Selamat Hari Gizi Nasional ke-62 Tahun 2022 yang memiliki tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas : Gizi Seimbang, Keluarga Sehat, Negara Kuat “
Sudah tahu belum apa itu Stunting ? Jadii....
Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada balita yang disebabkan oleh kekurangan Gizi kronis dalam jangka waktu yang lama. Stunting biasa ditandai dengan kondisi kurangnya tinggi badan (pendek) pada balita jika dibandingkan dengan balita lain seusianya. Stunting bukan hanya mempengaruhi fisik anak balita, namun dapat mempengaruhi perkembangan kognitif (kecerdasan) otak, serta pada jangka panjang dapat menurunkan produktivitas dimasa usia produktifnya nanti. Faktanya, 1 dari 3 anak di Indonesia, mengalami kondisi stunting tersebut. Cukup membuat khawatir bukan ? Langkah pencegahannya apa saja ?
Yap, Kuncinya dengan optimalisasi asuhan pada 1000 HPK.
Itu apa lagi ?
Jadi....
Waktu yang paling penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sering disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). 1000 HPK, jika diuraikan dapat terbagi menjadi 2 fase, yaitu Janin pada saat didalam kandungan selama 9 bulan (270 hari) dan 2 tahun setelah lahir (730 hari). Pada saat 1000 hari pertama kehidupan, asupan gizi sangat penting untuk diperhatikan oleh ibu hamil dan ibu menyusui untuk anaknya, karena pada saat itulah merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan balita.
Selama didalam kandungan, ibu hamil sangat dianjurkan untuk melakukan kunjungan/ kontrol hamil baik ke puskesmas, posyandu, bidan, maupun rumah sakit minimal 4 kali selama kehamilan. Trimester pertama dan kedua dapat dilakukan masing-masing minimal 1 kunjungan, sementara untuk trimester ketiga dapat dilakukan 2 kali kunjungan sebelum persalinan. Hal tersebut sangat penting dilakukan sehingga ibu dapat memantau perkembangan janin didalam kandungan serta mengecek status kesehatan ibu khususnya kecukupan asupan gizinya melalui pengukuran LILA, berat badan, tinggi badan, dan lainnya. Kemudian dilanjut persalinan yang aman dengan bantuan tenaga kesehatan. Setelah persalinan lakukanlah Inisiasi Menyusui Dini atau proses menyusui dengan segera setelah bayi lahir minimal 1 jam pertama pada bayi baru lahir. ASI pertama yang keluar dari payudara ibu mengandung colostrum yang memiliki konsentrasi protein dan immunoglobulin paling tinggi sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Manfaat lainnya bagi bayi yaitu tidak rentan terhadap bakteri, menurunkan risiko kedinginan (hipotermia), dapat membuat pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil, sebagai stimulus bagi bayi untuk kedepannya memiliki kemampuan makan yang baik serta dapat mencegah terjadinya risiko kematian.
Langkah lainnya yaitu dengan menerapkan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama tanpa harus diberikan makanan atau minuman lainnya karena keutuhan gizi bayi baik kualitas dan kuantitas sudah terpenuhi oleh ASI. Pemberian ASI Eksklusif setiap harinya dilakukan sesering mungkin setiap kali bayi menginginkannya, atau minimal 8 kali sehari semalam. Kandungan gizi bayi akan lebih optimal jika dilanjutkan proses menyusui sampai bayi berusia 24 bulan dengan pemberian MP-ASI pada usia 6-24 bulan. MP-ASI merupakan makanan pendamping air susu ibu yang diberikan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan pencernaan bayi atau anak yang dapat berbentuk padat atau cair (Nurrizka, 2018).
Semoga informasi kesehatan ini dapat bermanfaat dan diterapkan oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan status kesehatannya
Salam Sehat
Sumber : UPTD Puskesmas Jatijajar