Jerawat Puber bikin Minder? Berantas Habis dengan 6 Langkah ini..

Jerawat bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu. Namun biasanya, jerawat ini mulai muncul saat remaja memasuki usia puber. Di masa ini, remaja akan mulai merasakan timbulnya jerawat yang terkadang bisa menurunkan rasa percaya diri. 

Penyebab terjadinya jerawat puber

Walaupun menjadi masalah kulit yang bisa dialami oleh setiap orang, ada usia tertentu yang memengaruhi timbulnya jerawat. Dikutip dari Hopkins All Children, jerawat biasanya dimulai pada masa awal terjadinya pubertas sejak usia 12 tahun atau kurang dari usia tersebut.

Pada tahap perkembangan remaja, penyebab timbulnya jerawat puber adalah karena perubahan hormon. Memasuki pubertas, produksi hormon di dalam tubuh mengalami naik turun. Hormon yang tidak stabil inilah kemudian merangsang kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak pada pori-pori di kulit secara berlebih. Apabila sebum dan sel kulit mati menumpuk, pori-pori pun tersumbat sehingga berkembang biak di dalamya. Akibatnya, pembengkakan dan kemerahan akibat jerawat tidak dapat terhindarkan.

Jerawat puber pada remaja ini biasanya muncul di area wajah, leher, bahu, punggung atas, hingga area dada. Kemunculan jerawat juga  merupakan salah satu ciri-ciri pubertas perempuan dan juga laki-laki. Namun jangan khawatir, seiring berjalannya waktu jerawat akan pelan-pelan menghilang. Meski begitu, jerawat juga kadang tetap berada di wajah padahal masa puber sudah berakhir

Berbagai cara mudah mengatasi jerawat puber

Jerawat puber memang terkenal sulit diberantas meski sudah pakai obat, sehingga bisa bikin kepercayaan diri merosot. Akan tetapi, melakukan perawatan wajah setiap hari bisa mengatasi jerawat yang membandel. Jangan lupa untuk tetap mempertahankan rutinitas perawatan kulit.

Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan bahwa jerawat diobati dengan benar dan lembut. Beberapa cara lainnya untuk mencegah jerawat puber pada remaja dan masalah kulit lainnya, adalah:

1. Rutin cuci muka

Jerawat puber bisa saja terjadi akibat Anda malas atau jarang cuci muka. Oleh karena itu, sempatkanlah waktu untuk mencuci muka dengan benar dua kali sehari, di pagi dan malam hari sebelum tidur. Hindari cuci muka lebih dari dua kali dalam sehari karena ini bisa membuat kulit kering.

Pilih sabun pembersih yang lembut dan berbahan dasar air. Hindari sabun batangan yang justru membuat kulit kering. Kandungan sabun batangan dapat menyumbat pori-pori.

Tidak hanya untuk remaja perempuan, hal ini juga juga harus dilakukan bagi remaja laki-laki. Manfaatnya adalah untuk menjaga kulit tetap bersih sekaligus menghindari datangnya jerawat.

Jangan juga pilih sabun pembersih jenis scrub karena partikel kasarnya bisa membuat masalah kulit semakin buruk. Jerawat pada dasarnya tidak bisa dihilangkan menggunakan scrub. 

 2. Gunakan produk jerawat yang tepat

Salah satu faktor utama penyebab jerawat puber pada remaja adalah penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori dan berakibat pada penebalan pori. Minyak yang terperangkap dalam pori akan memulai proses pembentukan jerawat. Maka dari itu, Anda membutuhkan produk jerawat yang bisa membuat penumpukan sel kulit mati tersebut terkelupas. Nah, caranya adalah dengan menggunakan produk yang mengandung salicylic acid (SA). SA tidak hanya efektif dan lembut untuk memulai proses pengelupasan pada permukaan kulit. Akan tetapi, kandungan ini juga melakukan pengelupasan di dalam pori-pori, membunuh bakteri, dan memiliki kandungan yang mencegah kemerahan pada kulit.

Selain itu, benzoyl peroxide adalah zat yang ampuh membunuh bakteri penyebab jerawat puber. Tidak sulit kok untuk menemukan krim jerawat yang mengandung benzoyl peroxide ini. Cara penggunaannya, hanya dengan mengusapkan sedikit produk pada jerawat. Setelah itu kulit akan menyerap obat dan akhirnya menghilangkan bakteri jerawat.

3. Jangan lupakan pelembap

Banyak orang yang enggan menggunakan pelembap, karena takut membuat kulitnya semakin berminyak. Kulit yang lembap dengan berminyak adalah dua kondisi yang berbeda. Ketika Anda punya jerawat puber, bukan berarti karena terlalu banyak minyak pada wajah dan akhirnya menghindari pakai pelembap. Kulit wajah tetap harus dijaga kelembapannya. Maka itu, jika ada jerawat di wajah, Anda bisa memilih produk perawatan kulit termasui pelembap yang bebas minyak.

4. Lindungi kulit wajah dari paparan sinar matahari

Kulit tidak dapat secara otomatis memerangi jerawat puber ketika terkena sinar matahari yang dapat menyebabkan kerusakan secara langsung. Anda sebaiknya menggunakan krim tabir surya khusus wajah yang mengandung SPF 30. Selain itu, perhatikan kandungan sunscreen yang ringan, oil free, atau bebas komedo agar masalah kulit semakin buruk.

5. Kontrol produksi minyak di wajah

Sayangnya, tidak ada cara yang dapat mengontrol produksi minyak berlebih akibat hormon. Akan tetapi Anda dapat mengontrol produksi minyak berlebih ke permukaan kulit. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan tidak menggunakan produk dengan kandungan emolien secara berlebihan. Emolien berfungsi untuk melembutkan juga melembapkan, tetapi lebih cocok untuk pemilik kulit kering atau dehidrasi. Hal ini karena terdapat kandungan minyak yang cukup tinggi sehingga kurang cocok untuk jenis kulit berminyak. Akibatnya bisa menyumbat pori-pori dan membuat kulit jadi semakin berminyak.

Maka dari itu, pilih produk yang mampu menyerap minyak atau bebas minyak. Seperti menggunakan clay mask (masker tanah liat) yang lembut secara teratur dan menggunakan kertas penyerap minyak sehari-hari. Perhatikan juga kandungan dalam rangkaian produk perawatan kulit yang digunakan. Pastikan produk-produk kesayangan Anda tidak mengandung zat penyebab iritasi seperti menthol, camphor, atau alkohol, yang secara mengejutkan banyak terkandung dalam produk anti-jerawat.

6. Konsultasikan dengan dokter kulit

Apabila merasa khawatir dengan kondisi jerawat puber yang dialami, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Hal ini dilakukan agar mendapatkan perawatan kulit yang tepat.

Sumber: https://hellosehat.com/parenting/remaja/kesehatan-remaja/mengatasi-jerawat-puber/

Sumber : UPTD Puskesmas Mampang