WANITA, LINDUNGI MEREKA JANGAN SAKITI MEREKA!


Wanita adalah makhluk istimewa ciptaan Tuhan YME. Banyak hal-hal istimewa dari segi fisiologi yang hanya dimiliki oleh Wanita, salah satunya adalah segi reproduksi. Dunia reproduksi pada Wanita sangat berkaitan dengan kesehatan organ seksual manusia, bagi Wanita organ seksual merupakan pondasi dan pintu utama dalam penularan penyakit. Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan tantangan yang belum teratasi dengan tuntas, PMS sangat berkaitan erat dengan perilaku berisiko dan biasanya kelompok PMS ini tidak menimbulkan gejala, jika tidak dilakukan upaya perbaikan yang baik maka aka berdampak pada tingkat derajat kesakitan dan kematian yang membutuhkan pelayanan kesehatan jangka panjang dengan biaya yang besar. HIV merupakan salah satu penyakit yang masuk kedalam PMS (Penyakit Menular Seksual). Pada Juni 2018 jumlah kumulatif HIV sebanyak 301.959 Jiwa (1) dan pada Maret 2021 jumlah kumulatif HIV meningkat menjadi 810.846 jiwa (2). Kasus HIV Indonesia sangat bersinggungan dengan Wanita, terutama ibu rumah tangga. Banyak kasus HIV terjadi pada kelompok ibu rumah tangga, berdasarkan data SIHA Maret 2018 tercatat bahwa Ibu Hamil merupakan kelompok kedua tertinggi yang terlampor memiliki banyak kasuk HIV (2).

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melindungi Wanita-wanita di Indonesia dari kasus HIV. Upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS bertujuan untuk mewujudkan target Three Zero pada 2030, yaitu: 1) Tidak ada lagi penularan infeksi baru HIV, 2) Tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan 3) Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV AIDS (ODHA).

 Penularan HIV dapat dicegah dengan konsep ABCDE yaitu (3):

·         A (Abstinence), Bagi yang belum menikah, tidak melakukan hubungan seks di luar nikah adalah langkah yang paling tepat untuk menghindari paparan HIV.

·         B (Be Faithful), Bersikaplah saling setia kepada satu pasangan seks. Hindari perilaku berganti-ganti pasangan untuk meminimalisir kemungkinan penularan HIV.

·         C (Condom), Point ini tidak diperuntukan oleh Remaja <18 Tahun. Gunakan kondom yang baru tiap berhubungan seks, baik melalui vagina maupun melalui dubur. Bila memilih kondom berpelumas, pastikan memilih pelumas yang berbahan dasar air. Hindari kondom dengan pelumas yang berbahan dasar minyak, karena dapat membuat kondom bocor.

·         D (Drug No), Menghindari penggunaan narkoba, terutama melalui jarum suntik, bisa mencegah seseorang terinfeksi HIV. Selain itu, menghindari berbagi pakai jarum suntik juga dapat mencegah infeksi virus hepatitis B.

·         E (Education), Pemberian informasi yang benar mengenai HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, dapat membantu mencegah penularan HIV di masyarakat.

 

DAFTAR PUSTAKA

1.        Kementerian Kesehatan RI. Hari AIDS Sedunia, Momen STOP Penularan HIV: Saya Berani, Saya Sehat! [Internet]. Kementerian Kesehatan RI. 2018 [cited 2023 Mar 8]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20181201/5028759/28759/

2.        Kementerian Kesehatan RI. LAPORAN PERKEMBANGAN HIV AIDS DAN PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL (PIMS) TRIWULAN I TAHUN 2021 [Internet]. SIHA Kemenkes RI. 2021 [cited 2023 Mar 8]. Available from: https://siha.kemkes.go.id/portal/files_upload/Laporan_TW_I_2021_FINAL.pdf

3.        Pittara. HIV dan AIDS [Internet]. Alodokter. 2021 [cited 2023 Mar 8]. Available from: https://www.alodokter.com/hiv-aids/pencegahan

Sumber : UPTD Puskesmas Pengasinan

Berita Terbaru