Penelitian Seroprevalensi Antibodi Covid-19 oleh Puskesmas Bojongsari bersama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

Perlukah masyarakat umum mendapatkan vaksin booster covid-19 ?
Untuk menjawab pertanyaan ini maka Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan  Kementerian Kesehatan RI bersama dengan UPTD Puskesmas Bojongsari melakukan penelitian Seroprevalensi.

Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan pengambilan sampel darah, nantinya sampel darah yang sudah diambil akan dikirimkan ke Litbangkes Kemenkes RI.

Penelitian ini saat ini sedang berlangsung di daerah Jabodetabek. 

Siapa yang menjadi sasaran penelitian ini ? Apakah semua orang bisa menjadi responden dari penelitian ini ?

Yang menjadi sasaran dari penelitian ini adalah Warga Negara Republik Indonesia yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Kemudian dengan metode pengambilan sampel acak dan berstrata maka ditetapkan 120 orang responden se Kota Depok, 100 orang responden berdomisili di kecamatan Cimanggis dan 20 orang responden berdomisili di kecamatan Bojongsari.

Sudah sampai manakah kegiatan ini di wilayah kecamatan Bojongsari ?
Dari 20 orang daftar nama yang ditetapkan oleh litbangkes terhitung hanya 6 orang saja yang bersedia untuk diambil darahnya dan diwawancara.3 orang responden menolak tanpa alasan, 2 orang responden pindah domisili 2 orang responden tidak bisa dihubungi dan sekitar 7 orang responden tidak memberikan respon sama sekali terhadap surat pemberitahuan yang sudah diedarkan oleh Puskesmas Bojongsari Melalui Lurah dan RW berdasarkan domisili responden.

Litbangkes Kemenkes RI beserta Puskesmas Bojongsari berharap antusias yang tinggi dari responden terhadap penelitian ini mengingat pentingnya tujuan utama dari penelitian ini.