SEROPREVALENSI ANTIBODI COVID-19 PASCA VAKSINASI DAN PROTEKSI VAKSINASI TERHADAP VARIANTS OF CONCERN (VOC) DI INDONESIA
SEROPREVALENSI ANTIBODI COVID-19 PASCA
VAKSINASI DAN PROTEKSI VAKSINASI TERHADAP VARIANTS OF CONCERN (VOC) DI
INDONESIA
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI, melakukan penelitian mengenai “Seroprevalensi Antibodi COVID-19 Pasca
Vaksinasi dan Proteksi Vaksinasi Terhadap Variants Of Concern (VOC) di
Indonesia. Penelitian
ini bertujuan untuk melihat kekebalan
terhadap SARS COV-2 pada masyarakat di Jabodetabek yang didapatkan setelah vaksinasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi
untuk program vaksinasi COVID-19 di
Indonesia terutama Jabodetabek -19.
Dalam penelitian
ini Puskesmas Bojongsari bersama Badan Litbangkes Kemenkes RI menentukan sampel
penelitian dengan metode stratified random sampling. Dari metode
pengambilan sampel tersebut diperoleh 20 orang warga yang berdomisili di
Kecamatan Bojongsari yang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin Covid-19.
Sebelum dilakukan
penelitian, tim dari Puskesmas Bojongsari akan terlebih dahulu menghubungi
warga yang terpilih untuk menjadi responden berdasarkan metode pengambilan
sampel agar warga terpilih bisa berpartisipasi maksimal dalam penelitian ini.
Ada 2 kegiatan
yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara mengenai riwayat gejala, faktor risiko, serta pengetahuan, sikap
dan perilaku terkait COVID-19 serta akan dilakukan pengambilan sampel darah
vena lengan kanan atau kiri sebanyak 5 mL (1 sendok teh).
Spesimen serum akan dikirim dan diperiksa di laboratorium Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi
Prof. Dr. Sri Oemijati Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia di Jakarta. Semua informasi akan disimpan di Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan
dijaga kerahasiaannya.
Maka dari itu Puskesmas Bojongsari sangat mengharapkan partisipasi warga yang terpilih dalam penelitian ini, sehingga dari penelitian ini kita dapat mengetahui efektifitas vaksin yang sudah diterima oleh masyarakat sehingga dapat menjadi pertimbangan apakah perlu dilakukan vaksin booster covid-19.
Sumber : Puskesmas Bojongsari