Webinar Kesehatan Kewaspadaan Kasus Hepatitis Akut di Kota Depok
World Health Organization (WHO) mempublikasikan wabah hepatitis akut
pada anak pertama kali ditemukan di Inggris Raya pada bulan April 2022. Pada 21 April 2022 ditemukan 169 kasus di
beberapa negara di Eropa dan Amerika. Kasus hepatitis akut yang belum diketahui
penyebabnya ini juga telah masuk ke Indonesia. Per tanggal 11 Mei 2022,
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat terdapat 18 kasus yang diduga
hepatitis akut dan 7 anak diantaranya meninggal dunia.
Dalam merespon semakin meningkatnya kasus
hepatitis akut di Indonesia dan sebagai upaya pencegahan, UPTD Puskesmas Depok
Jaya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok dan RS Mitra Keluarga
mengadakan webinar Kesehatan dengan tema ‘Anak Sehat, Siapa Takut. Bye-Bye
Hepatitis Akut. Kenali Hepatitis Akut Sebelum Terlambat’ pada Jum’at, 13 Mei 2022.
“Ada hal-hal baru yang kita ketahui berdasarkan
laporan dari negara lain. Nomor satu, hanya 1/3 penderitanya yang demam,
laporan dari Inggris. Jadi tidak semuanya demam tetapi yang paling sering
ditemukan adalah mual, muntah dan diare,” terang Syarifah Hanum, Dokter
Spesialis Anak RS Mitra Keluarga.
Narasumber dokter spesialis anak menambahkan bahwa
masyarakat perlu untuk menjaga Kesehatan, mencegah penularan, mencegah
dehidrasi dan mengenali tanda bahaya sebagai upaya pencegahan dan penanganan
hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini.
Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penemuan
kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini, Dinas Kesehatan Kota
Depok mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Depok yang ditujukan kepada Camat,
Lurah, Kepala Sekolah, Pimpinan Pondok Pesantren dan masyarakat Kota Depok.
“Bila terdapat kasus yang mendekati gejala dari
hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, maka kami sudah menyiapkan
bit.ly nya, nanti dari fasyankes yang akan melaporkan melalui bit.ly/FormPEHepatitisAkutDepok2022
ke Dinas Kesehatan. Masyarakat, baik melalui kader, Lembaga atau institusi
melakukan pemeriksaan ke Puskesmas, dokter praktek mandiri maupun Rumah Sakit,”
terang Mary Liziawati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok.
Dalam upaya pencegahan hepatitis akut, Bunda
Elly Farida, Ketua TP-PKK Kota Depok menyampaikan bahwa sehat berawal dari rumah cinta keluarga. Keluarga menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Program Indonesia
Sehat karena tingkat kesehatan suatu keluarga akan menentukan tingkat kesehatan
masyarakat.
“Sehat berawal dari rumah kita, siapa dia? Keluarga.
Bersama kita satukan tekad, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan diri
menghadapi lonjakan kasus hepatitis akut menuju Kota Depok sehat, generasi
kuat,” pungkas Elly Farida, Ketua TP-PKK Kota Depok.
Masyarakat diharapkan tidak panik menghadapi
penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, namun tetap mengenali
gejala dan tanda-tanda penyakitnya serta tidak terlambat membawa anak ke
Fasilitas Pelayanan Kesehatan jika gejala bertambah berat. (Amani)
Sumber : UPTD Puskesmas Depok Jaya