Dinkes Depok Berikan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Relawan Ambulans Siaga Kota Depok
Dinas Kesehatan Kota Depok (Dinkes Depok) terus meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi warga Depok. Salah satunya dengan terus berupaya mengembangkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari tenaga kesehatan, pelayanan ambulans, hingga masyarakat umum.
Terhitung sejak tahun 2021 hingga 2024, Dinkes Depok telah memberikan bantuan berupa hibah mobil ambulans kepada 52 lembaga yang ada di Kota Depok. Keberadaan ambulans hibah salah satu fungsinya juga digunakan sebagai ambulans siaga yang membantu menangani kebutuhan masyarakat untuk dapat mengakses fasilitas kesehatan.
”Pada kasus non gawat darurat, upaya yang dilakukan selama ini yaitu dengan melakukan kerja sama dengan jejaring ambulans hibah. Berdasarkan data, selama tahun 2025 terdapat kurang lebih 10 kasus non gawat darurat yang dilimpahkan dari PSC 119 ke jejaring ambulans hibah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mary Liziawati, MKM., saat memberikan sambutan pada acara “Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Relawan Ambulans Siaga Kota Depok” yang diselenggarakan di Rumah Sakit Hermina Depok, Senin 26 Mei 2025.
Menurut Mary, dengan adanya kerja sama ini, maka PSC 119 bisa berfokus pada kasus emergency medis, sedangkan kasus non emergency seperti kontrol ke rumah sakit bagi yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas bisa ditangani oleh ambulans jejaring. Selain itu, lanjut Mary, apabila terjadi kasus emergency medis yang berlokasi yang jauh dari posko PSC 119, maka keberadaan jejaring ambulans ini sangat membantu mempercepat respons time.
Mary mengatakan, berdasarkan utilisasi PSC 119 Kota Depok di dapatkan data jumlah penanganan kasus emergency medis mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 225 evakuasi medis. Sementara itu, pada tahun 2023, sebanyak 183 evakuasi. Pada tahun 2024 menjadi 473 evakuasi.
”Karena itu kapasitas jejaring ambulans hibah, perlu peningkatan kapasitas personel, disertai sinergi lintas sektor untuk mengimbangi peningkatan jumlah kasus,” sebutnya.
Mary menambahkan, kegiatan seperti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan bersama Rumah Sakit Hermina Depok bagi relawan ambulans menjadi langkah strategis dalam memperkuat lini depan penanganan kasus emergency medis. Mary berharap, para relawan ambulans siaga dapat memberikan layanan non gawat darurat di Kota Depok dengan lebih cepat, tepat, dan menyelamatkan lebih banyak jiwa.
”Semoga dengan pelatihan ini para relawan ambulans dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan yang optimal dan efisien, menjamin keselamatan pasien, dan melakukan prosedur evakuasi pada yang benar pada kasus kegawatdaruratan medis,” imbuhnya.
Kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Relawan Ambulans Siaga Kota Depok diselenggarakan oleh Dinkes Depok bekerja sama dengan Rumah Sakit Hermina Depok. Pelatihan ini diikuti oleh 25 lembaga penerima hibah ambulans di Kota Depok yang terdiri dari sopir ambulans dan pendamping. Untuk mengetahui pemahaman tentang penanganan kegawatdaruratan, para peserta diminta untuk mengikuti pre test dan setelah dilanjutkan dengan menerima materi pelatahin serta kemudian akan diminta menjawab soal post test.
Adapun narasumber yang menyampaikan materi adalah Kepala UPTD PSC 119 Kota Depok, dr. Ika Herayana, MKM., dan dr. Monalisa, Sp.Em. Para serta mendapatkan beberapa materi diantaranya tenang kegawatdaruratan medis dan cara memberikan bantuan hidup dasar pada kondisi gawatdarurat.
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Depok