Waspada Varian Baru Covid-19 : Omicron

Kementerian Kesehatan telah mendeteksi pasien terkonfirmasi Omicron (B.1.1.529) pada tanggal 15 Desember 2021, sampai saat ini Omicron sudah menginfeksi  572 orang di Indonesia (14 Januari 2022). Penyebaran Omicron tiga kali lebih cepat bermutasi daripada varian Delta (B.1.617.2), sehingga memudahkan terjadi gelombang kasus Covid-19. Varian ini dapat menyerang siapapun, meskipun telah divaksin.

Maka dari itu, kita harus tetap waspada akan kecepatan penularan varian Omicron ini untuk menghindari gelombang ketiga Covid-19 sehingga dapat mempengaruhi pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas dan rumah sakit. Kita tentu tidak ingin skenario seperti puncak gelombang kedua Covid-19 pada bulan Juli 2021 dimana kasus harian Covid-19 bisa mencapai lebih dari 56.000 kasus per hari yang terlaporkan terjadi oleh karena Varian Delta Covid-19 yang memiliki kecepatan penularan dibawah Varian Omicron.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, tetaplah waspada akan penularan Omicron dan harus patuh terhadap protokol kesehatan yang sudah menjadi bukti bahwa penularan virus dapat dihindari dengan cara :

1. Mencuci Tangan Dengan Sabun dan Air Mengalir, dilakukan selama minimal 40-60 detik dengan menerapkan 6 langkah cuci tangan yang benar. Boleh juga dengan menggunakan cairan antiseptik (handrub) atau handsanitizer (alcohol 70%) minimal 20-30 detik. Disarankan 5 kali melakukan cuci tangan dengan handrub sebaiknya diselingi 1 kali handwash.

2. Memakai masker dengan benar; masker yang dianjurkan adalah jenis masker N95, masker bedah yang harus diganti setiap 4 jam pemakaian dengan masker baru serta masker kain selain buff dan scuba dengan durasi pemakaian maksimal 3 jam harus diganti masker baru. Pada pemakaian masker bedah, proteksi akan lebih efektif jika menggunakan 2 jenis masker bersamaan yaitu Masker bedah + Masker Kain. Penelitian menyebutkan bahwa penggunaan masker dengan cara tersebut mampu menyaring partikel batuk yang dikeluarkan oleh seseorang hingga 85,4%. Penggunaan masker ganda bukan berarti hanya menambah jumlah lapisan masker sebagai perlindungan namun juga meningkatkan keeratan atau kekencangan masker, dan juga membuat ukuran masker lebih sesuai. Masker medis saja dapat menyaring partikel hingga 56,1% sementara masker kain saja menyaring partikel sebesar 51,4%. Penggunaan masker ganda dengan dua masker bedah ataupun menambah lapisan pada masker N95, tidak disarankan. Setelah pemakaian masker bedah harap dibuang ketempat yang khusus disediakan. Untuk masker kain, silahkan dilakukan pencucian dengan air hangat dan deterjen kemudian diganti dengan yang baru. Ketika makan atau minum, silahkan dapat dilepas terlebih dahulu maskernya, tidak dianjurkan untuk ditaruh didagu.

3. Menjaga jarak. Penularan Covid-19 dapat terjadi melalui droplet (percikan) air liur, ludah, batuk, maupun bersin. Untuk menghindari hal tersebut, maka diperlukan jaga jarak minimal 1-2 meter dengan orang lain, terlebih khususnya diruangan tertutup dan ventilasi yang kurang baik. Hal tersebut dikarenakan virus dapat mudah menyebar luas pada kondisi seperti itu. Penting dilakukan bersama sama dengan protokol kesehatan lain seperti memakai masker, menghindari kerumunan dan lainnya. Bentuk jaga jarak lainnya, yaitu tidak saling berjabat tangan dengan orang lain, maupun kontak fisik lainnya.

4. Menghindari kerumunan, Varian Omicron yang sangat mudah menular banyak orang dengan kecepatan 3x lebih cepat dari varian Delta membuat kita tidak boleh menetap dalam sebuah kerumunan atau perkumpulan. Hal tersebut dikarenakan kita sendiri tidak tahu, seseorang didalam kerumunan tersebut apakah terinfeksi covid-19 atau tidak meskipun tanpa gejala. Didukung oleh kemampuan Varian Omicron yang memiliki masa inkubasi lebih cepat yaitu 3 hari sejak terinfeksi sampai menimbulkan gejala. Artinya, penularan akan lebih cepat dibandingkan dengan varian Delta dan varian lainnya.

5. Mengurangi Mobilitas; Peran masyarakat sangat penting pada saat pandemi, jika mobilitas dapat ditekan dan dikendalikan, potensi penyebaran virus pun dapat dikurangi karena sedikitnya interaksi antara setiap orang. Kebijakan work from home, himbauan stay at home, PPKM berlevel, PSBB merupakan bagian dari upaya pembatasan untuk mengurangi mobilitas masyarakat dengan tetap melakukan hal produktif meskipun dari rumah tanpa perlu bertemu dengan orang lain secara langsung. Dihimbau untuk setiap masyarakat agar tidak berpergian apalagi melakukan pertemuan ditempat tertutup bersama orang lain jika memang tidak ada kebutuhan khusus dan kurang dilakukan protokol kesehatan.

6. Melakukan Vaksinasi Covid-19 dengan Dosis Lengkap, Vaksinasi dapat meningkatkan sistem imunitas dalam tubuh kita, membuat sistem kekebalan kita mampu mengenali partikel asing yang berpotensi masuk ke dalam tubuh kita suatu saat nanti. Semua jenis vaksin covid-19 aman dan halal digunakan selama terdapat izin dari pihak yang berwenang. Vaksin tersebut juga telah dilakukan riset yang kompleks selama prosesnya, guna keselamatan dan kesehatan masyarakat pada umumnya untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) dimana perlu cakupan vaksin dosis lengkap yang tinggi >70-90% dari kelompok sasaran untuk bisa mengendalikan suatu penularan virus. Namun hal yang perlu diingat adalah, vaksin bukan untuk membuat seseorang kebal dari penyakit, vaksin tidak mencegah penularan (jika protokol kesehatan lainnya diabaikan), Vaksin berguna untuk meminimalisir potensi terjadinya kesakitan dan kondisi kesehatan yang dapat memburuk setelah terinfeksi Covid-19. Maka dari itu, kalau belum divaksin covid-19, mari segera lakukan vaksinasi di sentra vaksin terdekat dan ajak anggota keluarga yang belum vaksin yang sudah berusia minimal 6 tahun sampai lansia sesuai ketentuan.

 

Sumber:
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20220114/5139156/kasus-omicron-tambah-jadi-572-orang-kemenkes-perkuat-pelaksanaan-3t/

https://corona.jakarta.go.id/id/artikel/hal-hal-yang-wajib-kamu-ketahui-soal-varian-omicron

https://covid19.go.id/peta-sebaran

https://infeksiemerging.kemkes.go.id/uncategorized/apa-itu-herd-immunity-kekebalan-kelompok

http://www.padk.kemkes.go.id/article/read/2021/02/01/46/5-m-dimasa-pandemi-covid-19-di-indonesia.html

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200921/2434977/kemenkes-sarankan-3-jenis-masker-dipakai/

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-jakarta/baca-artikel/14118/Meningkatkan-Efektivitas-Penggunaan-Masker-dalam-Mencegah-Covid-19-dengan-Pemakaian-Masker-Ganda.html

https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/70/wr/mm705152e3.htm

https://dinkes.depok.go.id/User/DetailArtikel/6-langkah-mencuci-tangan



Sumber : UPTD Puskesmas Jatijajar

Berita Terbaru