NEWS UPDATE

Pekan ASI Sedunia 2018

Silahkan Share
 
Pekan ASI Sedunia (Wold Breaseeding Weeks) diperingati setiap tahun pada minggu pertama bulan Agustus yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang penngnya ASI bagi tumbuh kembang anak. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk membangun kepedulian/kesadaran semua pihak bahwa ASI adalah hak seap anak, membentuk kerjasama/kemitraan dalam memberikan kesempatan ibu untuk terus menyusui/memberikan ASI dan nendukung setiap ibu agar memberikan ASI.
Sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Pekan ASI Sedunia (PAS) Tahun 2017 Kementerian Kesehatan RI, bahwa dilaksanakannya kegiatan Pekan ASI Sedunia sangat penting bagi pembangunan kesehatan. Deklarasi Innocen tahun 1990 di Florence Italia mengamanatkan pentingnya mengkampanyekan Air Susu Ibu (ASI) sebagai bagian penng dari upaya “perlindungan, promosi dan dukungan menyusui”. Setiap minggu pertama bulan Agustus setiap tahun dijadikan sebagai “Pekan ASI”, yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang penngnya ASI bagi bayi dan diperlukannya dukungan bagi ibu dalam mencapai keberhasilan menyusui bayinya.
Menurut WHO/UNICEF, standar emas pemberian makan pada bayi dan anak adalah 1) mulai segera menyusui dalam 1 jam setelah lahir 2) menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan, dan 3) mulai umur 6 bulan bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembangnya dan 4) meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan atau lebih.
ASI Eksklusif memiliki kontribusi yang besar terhadap tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak. Anak yang diberi ASI Eksklusif akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan tidak mudah sakit. Hal tersebut sesuai dengan beberapa kajian dan fakta global. Kajian global “The Lancet Breastfeeding Series, 2016 telah membuktikan 1) Menyusui Eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, 2) Sebanyak 31,36% (82%) dari 37,94% anak sakit, karena tidak menerima ASI Ekslusif. Investasi dalam pencegahan BBLR, Stunting dan meningkatkan IMD dan ASI Eksklusif berkontribusi dalam menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis (Patal, 2013). Tidak menyusui berhubungan dengan kehilangan nilai ekonomi sekitar $302 milyar setiap tahunnya atau sebesar 0-49% dari Pendapatan Nasional Broto (Lancet, 2016).
Diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemberian ASI sesuai dengan Strategi Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) yaitu dimulai dengan penerapan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian hanya ASI saja tanpa menambahkan makanan atau minuman lain hingga bayi berusia 6 bulan (ASI Eksklusif), sejak usia 6 bulan dilanjutkan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat disamping ASI dan melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia 2 tahun atau lebih dengan harapan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia mengalami peningkatan pada tahun-tahun berikutnya.

Comments

comments