Kesadaran Kesehatan Mental adalah Tanggung Jawab Bersama

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan sekitar 1 dari 5 orang di dunia mengalami gangguan mental, dimana gangguan seperti depresi dan kecemasan sering dilaporkan sebagai masalah utama di tempat kerja. Sementara itu studi yang dilakukan oleh lembaga penelitian atau universitas menunjukkan bahwa sekitar 33% pekerja di Indonesia mengalami tingkat stres yang tinggi.

“Faktor-faktor seperti beban kerja yang berat, kurangnya dukungan sosial, dan masalah komunikasi di tempat kerja berkontribusi terhadap kondisi ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok (Kadinkes), dr. Mary Liziawati, saat memberikan sambutan pada Talkshow Kesehatan Mental dan Produktivitas Kerja, Selasa 22 April 2025.

 WHO mendefinisikan kesehatan mental merupakan keadaan dimana seseorang mampu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberi kontribusi terhadap lingkunganya. Sedangkan masalah kesehatan mental menurut Kartono, diartikan sebagai ketidakmampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap tuntutan dan kondisi lingkungan yang mengakibatkan ketidakmampuan tertentu.

 “Kesadaran akan kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama yang mencakup individu, keluarga, dan komunitas untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan inklusif,” sebut Mary.

 Data hasil skrining kesehatan jiwa Tahun 2024 yang dilakukan oleh Dinkes Kota Depok diketahui dari 332.297 sasaran, terdapat 61.981 orang yang melakukan skrining kesehatan jiwa atau sebesar 18,65%, sedangkan dari 61.981 orang yang melakukan skrining kesehatan jiwa ada sekitar 4.986 orang yang terindikasi masalah kesehatan jiwa atau sebesar 8 %.

Angka capaian program di Tahun 2024 untuk kasus ODMK (Orang dengan masalah kesehatan jiwa) dari target 14.574 memenuhi capaian sebesar 4.087 atau sekitar 28,04 %, sementara untuk kasus ODGJ berat dari target 2017 tercapai 2017 atau 100%.

Sementara itu hasil skrining kesehatan jiwa pada Perangkat Daerah di Kota Depok Tahun 2024 dengan menggunakan instrumen SRQ-20 yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 1.401 orang, terdapat 127 orang dengan hasil abnormal atau sekitar 9,06%. Hasil skrining kesehatan jiwa Tahun 2025 dengan menggunakan instrumen GAD-2 dan PHQ-2 dari 1687 orang yang diperiksa baik ASN maupun non ASN ada sebanyak 98 orang menunjukkan gejala depresi dan atau kecemasan (6%).

 “Talkshow ‘Kesehatan Mental & Produktivitas Kerja’ diharapkan sebagai upaya untuk mengedukasi peserta mengenai pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja dan dampaknya terhadap produktivitas dalam meningkatkan optimalisasi peran kesehatan mental bagi SDM (Sumber Daya Manusia) Kota Depok sehingga dapat terwujud ‘Bersama Depok Maju’,” tutur Mary.

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Depok

Berita Terbaru