NEWS UPDATE

Dinkes Berikan Apresiasi pada Ibu dengan Bayi Lulus ASI Eksklusif

Silahkan Share

Gizi memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia.  Pada bayi dan anak, kekurangan gizi akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang apabila tidak diatasi secara dini dapat berlanjut hingga dewasa.

Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilahkan sebagai periode emas sekaligus periode kritis. Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi dan anak memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Sebaliknya apabila bayi dan anak pada masa ini tidak memperoleh makanan sesuai kebutuhan gizinya, maka periode emas akan berubah menjadi periode kritis yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak, baik pada saat ini maupun masa selanjutnya.

Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan ; pertama memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 60 menit setelah bayi lahir (IMD), kedua memberikan hanya air susu ibu (ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, ketiga memberikan makanan pendamping air susu ibu /MP ASI sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan keempat meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih.

Rekomendasi WHO/UNICEF di atas sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJPMN) bidang Kesehatan, antara lain dengan memberikan prioritas kepada perbaikan kesehatan dan gizi bayi dan anak. Untuk mencapai sasaran RPJMN 2015 – 2019 bidang kesehatan, Kementrian Kesehatan telah menetapkan Rencana Strategi Kementrian Kesehatan 2015-2019, yang memuat indikator keluaran dibidang perbaikan gizi yang harus dicapai,salah satunya yaitu 50% bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI Eksklusif. Sedangkan target capaian bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI Eksklusif pada tahun 2018 adalah 52,87%.

Untuk mencapai target tersebut, dilakukan sejumlah kegiatan yang bertumpu kepada perubahan perilaku dengan cara mewujudkan Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Melalui penerapan Kadarzi, Keluarga didorong untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan dan memberikan ASI serta makanan pendamping ASI yang cukup dan bermutu kepada bayi dan anak usia 6-24 bulan.

Program perbaikan gizi yang bertujuan memberikan ASI eksklusif pada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan dan memberikan ASI serta makanan pendamping ASI yang cukup dan bermutu kepada bayi dan anak usia 6-24 bulan selama ini telah dilakukan, diantaranya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Tetapi upaya untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi sejak lahir sampai berusia 6 bulan dan memberikan ASI sampai anak usia 6-24 bulan masih sangat kurang.

Pemberian ASI secara dini dan ASI eksklusif sekurang-kurangnya 6 bulan akan membantu pencegahan berbagai penyakit anak, termasuk gangguan lambung dan saluran nafas, terutama asma pada anak-anak . Hal ini disebabkan adanya antibodi penting yang ada dalam kolostrum dan Asi, akan melindungi bayi baru lahir dan mencegah timbulnya alergi .Untuk alasan tersebut semua bayi baru lahir harus mendapatkan kolostrum. Dibeberapa negara asia tenggara ada praktek-praktek tradisional yang tidak mendukung pemberian kolostrum. Praktek tersebut akan mengurangi / menghilangkan keuntungan pemberian ASI eksklusif.

Petugas kesehatan harus membina hubungan baik dengan ibu dan anggota masyarakat lainnya dan memastikan bahwa para tokoh masyarakat memahami keuntungan pemberian ASI secara dini dan eksklusif terutama manfaat dari kolostrum.

Untuk itu Dinas Kesehatan melalui kegiatan Penanganan Permasalahan Gizi Masyarakat mengadakan kegiatan reward bayi asi eksklusif tahun 2019, dalam rangka memberikan apresiasi kepada ibu bayi yang sudah berhasil memberikan asi eksklusif kepada bayinya dalam rangka meningkatkan cakupan ASI eksklusif.

Bertempat di Aula Teratai, Balaikota Depok, Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi menyelenggarakan kegiatan Reward ASI Eksklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya. Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu penyaluran informasi tentang pengalaman ibu dalam memberikan ASI Eksklusif serta tentang pengalaman kader dalam mendampingi ibu bayi dalam memberikan ASI Eksklusif.

Kegiatan dengan  narasumber dari AIMI Kota Depok dan Ketua TP PKK Kota Depok, Hj. Elly Farida ini dihadiri oleh kurang lebih 35 orang kader pendamping, 35 ibu dan bayi Lulus ASI Eksklusif serta 35 orang petugas gizi Puskesmas se-Kota Depok.

Peserta bayi Lulus ASI Eksklusif ini merupakan hasil seleksi dari 35 puskesmas. Kriteria penilaiannya diantaranya rajin ke posyandu, grafik tumbang naik, status gizi baik, dan dilihat dari kohort ASI bayi.

Adapun para juara dari Ibu dan bayi Lulus ASI Eksklusif sebagai berikut :

  • Juara 1 : M. Nizar Pradita dari wilayah Puskesmas Bhaktijaya
  • Juara 2 : Annasya Adreena dari wilayah Puskesmas Tanah Baru
  • Juara 3 : Rabiatul Adawiyah dari wilayah Puskesmas Cipayung

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi

Comments

comments