NEWS UPDATE

Dinkes Himbau Warga Waspada terhadap DBD

Silahkan Share

Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata. Sebetulnya demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah. Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung selayaknya penyakit flu. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus banyak berkembang biak di daerah padat penduduk,  misalnya di kota-kota besar  beriklim lembab dan hangat. Masalah penyakit demam dengue biasanya dialami oleh negara-negara subtropis dan tropis, termasuk Indonesia.

Adapun Kejadian Kasus Demam Berdarah yang dilaporkan di Kota Depok, berdasarkan laporan kasus Demam Berdarah dari Rumah Sakit dan Puskesmas se Kota Depok kepada Dinas Kesehatan Kota Depok ,di dapatkan hasil sebagai berikut:

Trend Kasus Demam Berdarah pada 4 (empat) tahun terakhir, yaitu :

  • Tahun 2016 : 2.834 kasus, meninggal 0 (nol) kasus
  • Tahun 2017:     535 kasus, meninggal 0 (nol) kasus
  • Tahun 2018 :    892 kasus, meninggal 1 (satu) kasus
  • Tahun 2019 : 2.200 kasus, meninggal 2 (dua) kasus
  • Tahun 2020 : Januari 2020  : 172 kasus, meninggal 0 (nol) kasus

RS Kota Depok yang melaporkan kasus DBD sampai dengan 30 Januari 2020 sebagai berikut :

NO RUMAH SAKIT JUMLAH KASUS MENINGGAL
1 Bhakti Yudha 7 0
2 Setya Bhakti 5 0
3 Hasanah Graha Afiyah 13 0
4 Puri Cinere 4 0
5 Meilia 6 0
6 Sentra Medika 8 0
7 RSUD Depok 62 0
8 Grha Permata Ibu 21 0
9 Permata Depok 29 0
10 Tugu Ibu 15 0
11 Tumbuh Kembang Depok 1 0
12 Harapan Depok 1 0
  JUMLAH 172  

Penanganan yang sudah dan terus dilakukan Dinas Kesehatan Kota Depok :

  1. Mengeluarkan surat edaran himbauan kepada seluruh Perangkat Daerah, Kecamatan, Kelurahan dan Puskesmas se Kota Depok untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus setiap minggu,pemeriksaan Jentik Berkala (PJB), larvasidasi di wilayah masing- masing dan pelaksanaan foging fokus pada wilayah yang ditemukan kasus Demam Berdarah dengan melakukan Pemeriksaan Epidemiologi (PE) terlebih dahulu sesuai Standard Operational Procedure (SOP). Sehingga bisa memutus mata rantai penularan virus Dengue dengan terberantasnya Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
  2. Meningkatkan monitoring laporan kasus dari Puskesmas dan Rumah Sakit juga fasilitas Layanan Kesehatan Swasta.
  3. Menginstruksikan kepada Puskesmas dan Rumah Sakit untuk menangani pasien Demam Dengue/Demam Berdarah sesuai kewenangan dan SOP

 

Sumber : Seksi Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular

Comments

comments