NEWS UPDATE

Cara Pengolahan Makanan Yang Benar Agar Kandungan Nilai Gizinya Tidak Hilang

Silahkan Share

Cara pengolahan makanan yang salah bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kandungan gizi pada bahan makanan yang kata buat.  Setiap masakan yang kita buat untuk keluarga atau orang pasti dengan niat agar mereka mendapatkan gizi baik yang terkandung dalam makanan . Lalu bagaimana jika masakan yang kita buat dengan proses pengolahan yang kurang tepat dapat membuat kandungan gizinya hilang. Karena itu maka kita harus mengetahuai bagaimana cara pengolahan makanan yang benar agar kandungan gizinya tidak hilang.

  1. Perebusan

Selain membuat makanan terasa lebih enak, namun metode perebusan ini akan membuat vitamin khususnya Vitamin B kompleks akan mudah hilang. Vitamin B kompleks ini terdapat dalam bayam, ubi, kedelai, kentang, jamur, asparagus, dan lainnya. Sama halnya dengan Vitamin C yang terkandung dalam jeruk, katuk, daun kelor, daun singkong, dan brokoli akan mudah larut dalam pemanasan.

Untuk itu pada proses pengolahan atau saat memasak sayuran buanglah bagian yang keras dan tidak dapat dimakan, cuci dahulu sebelum dipotong-potong agar vitamin dan mineral tidak hanyut pada air cucian tersebut.

Rebus dengan sedikit air dan suhu yang tidak terlalu panas, angkat setelah matang serta jangan sampai layu atau berubah warna. Saat mengkonsumsi sayur sebaiknya air rebusan ikut dimakan karena banyak vitamin dan mineral penting yang larut di dalamnya

Tips dalam proses pemasakan dengan merebus kita juga harus memperhatikan kualitas Panci yang dipakai, agar tidak ada bahan kimia yang menempel ke masakan.

  1. Digoreng

Tak bisa dipungkiri apapun makanan yang digoreng pasti akan terasa lebih nikmat, namun jika suhu penggorengan terlalu tinggi akan berdampak bagi sebagian zat gizi yang akan rusak, diantaranya adalah vitamin dan protein. Selain itu juga suhu yang terlalu tinggi akan memicu reaksi browning (pencoklatan) hingga akhirnya muncul senyawa amina-amina heterosiklis penyebab kanker.

Pada saat menggoreng usahakan agar tidak terlalu kering atau gosong agar protein tidak rusak. Jenis makananan hewani seperti daging atau telur sebaiknya dimasak sampai matang. Kondisi setengah matang atau kurang matang akan menimbulkan ancaman bagi kesehatan. Telur setengah matang misalnya, masih mengandung zat antigizi (avidin) yang dapat menghambat penyerapan Vitamin A.

Sesuaikan juga wajan/penggorengan yang cocok dengan jenis masakan yang akan kitabuat agar mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Pemanggangan

Sama halnya dengan digoreng, proses pemasakan ini dapat menyebabkan kerusakan pada vitamin dan protein.

Cara untuk mengurangi kerusakan zat gizi itu adalah dengan cara masukan dahulu bahan makanan ke dalam microwave selama dua menit, kemudian baru dipanggang. Dengan microwave, energi geombang mikro dianggap tidak mempengaruhi degradasi (penurunan) komponen gizi makanannya, hanya peningkatan suhu yang diperkirakan mempengaruhinya. Hal ini teah dibuktikan bahwa pemanasan dengan microwave dapat mempertahankan gizi vitamin c lebih baik dibandingkan dengan cara pengukusan atau perebusan dengan air.

Ketika memanggang daging atau ikan usahakan jangan terlalu lama agar tidak timbul zat yang bersifat karsinogen (pencetus kanker). Proses pemanggangan yang mengeluarkan asap akan menimbulkan Polycyclic karsiogenik aromatic hydrocarbon atau yang dikenal dengan PAHs. Zat ini menempel pada permukaan bahan makanan yang sedang dipanggang.

  1. Dipanaskan Kembali

Saat kita memutuskan untuk memanaskan kembali makanan untuk kedua kalinya makan akan lebih banyak lagi zat gizi yang akan rusak, dan bila kita memang harus melakukannya sangat disarankan untuk didinginkan dulu dan disimpan di lemari es atau freezer. Vitamin B dan C akan sangat berkurang jika dibiarkan hangat terlalu lama atau terlalu panas.

Selain proses pemasakan hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah bagaimana cara menyimpan makanan dengan benar, Ahli Gizi Judith Wills penulis buku The Food Bible menyarankan untuk menyimpan buah, sayuran dan salad dalam kondisi dingin dan gelap seperti di lemari es atau pantry “cahaya dan panas akan merusak vitamin b dan c, menyimpan buah dalam mangkuk besar di atas meja sangat tidak disarankan” ujar Wills.

Penulis : Sri Wahyuningsih

Mahasiswa Kesmas STIKIM

 

Comments

comments