NEWS UPDATE

Workshop Posbindu PTM Bagi Kader se-Kota Depok

Silahkan Share

Indonesia pada saat ini menghadapai pergeseran pada pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular, prevalensi beberapa PTM utama meningkat. Secara demografi struktur umur penduduk Indonesia bergerak kearah struktur penduduk yang semakin menua yang akan berdampak pada pergeseran pola penyakit di masyarakat dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif. Pada tahun 2030 PTM diperkirakan akan menjadi penyebab lebih dari 75% kematian diseluruh dunia, yang sebagian besar berada di negara berkembang termasuk Indonesia (WHO, 2011).

Dewasa ini kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM) meningkat secara signifikan dan telah menjadi epidemic global. PTM merupakan silent disese  yang menjadi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. PTM yang utama adalah penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis, serta cedera dan kekerasan. PTM umumnya dikenal sebagai penyakit kronis dan penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup. Perilaku merokok, konsumsi alcohol, dan diet yang tidak sehat serta kurangnya aktifitas fisik merupakan faktor resiko yang dapat menyebabkan 80% kematian akibat PTM.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013 terungkap bahwa prevalensi Penyakit Tidak Menular adalah sebagai berikut: hipertensi (25,8%), penyakit gagal jantung (0,3%), penyakit gagal ginjal kronik (0,2%), tumor/kanker (1,4%), asma (4,5%),  diabetes mellitus (2,1%), dan stroke (12,1%). Selain itu kecelakaan lalu lintas di darat mencapai angka yang sangat tinggi (47,7%).

Penyakit Tidak Menular dapat dicegah melalui pengendalian faktor resikonya dengan upaya pelayanan kesehatan yang berbasis promotif dan peventif. Posbindu PTM di masyarakat bermanfaat dalam peningkatan kesadaran dan kewaspadaan dini masyarakat terhadap faktor resiko PTM (FRPTM) sehingga kejadian PTM dapat dikurangi di masa mendatang.

Deteksi dini dan pemantauan FR PTM dalam pengendalian PTM di masyarakat perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan PTM yang terus meningkat kejadiannya melalui Posbindu PTM. Posbindu PTM merupakan kegiatan yang melibakan peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dari FR PTM secara mandiri dan berkesinambungan. Dan merupakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Selanjutnya dalam penyelenggaraannya kegiatan Posbindu PTM akan berkembang menjadi Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) dibawah pembinaan Puskesmas.

Berdasarkan latar belakang diatas  Dinas Kesehatan Kota Depok melalui Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular mempunyai tugas pokok memandirikan masyarakat untuk hidup sehat melalui pengendalian faktor risiko PTM. Salah satu program kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posbindu untuk Penyelenggaraan POSBINDU PTM yaitu dengan Peningkatan Kapasitas SDM yang dilakukan secara efektif agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidangnya.

 

Comments

comments