NEWS UPDATE

Launching Penegakan Kawasan Tanpa Rokok

Silahkan Share

Kota Depok memiliki Peraturan Daerah No. 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Peraturan Walikota No. 126 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pengawasan dan Pengendalian Kawasan Tanpa Rokok. Di dalamnya mengatur larangan merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau tidak diperbolehkan untuk di display/dipajang. Kawasan Tanpa Rokok ini meliputi 7 tatanan yaitu tempat umum, tempat kerja, tempat ibadah, tempat bermain, dan berkumpulnya anak, angkutan umum, lingkungan tempat proses belajar mengajar dan sarana kesehatan.

Dari data kepatuhan terhadap KTR di Kota Depok yang dihimpun dari 2 sumber yaitu survey yang silakukan oleh John Hopkins University bekerja sama dengan The Union serta Dinas Kesehatan Kota Depok yagn bekerja sama dengan No Tobacco Community (NOTC) dapat disimpulkan bahwa kepatuhan terhadap Perda KTR Kota Depok di senua tatanan masih rendah, sehingga data ini menjadi modal awal untuk mengukur keberhasilan Pemerintah Kota Depokdalam menegakkan Perda KTR dalam setahun ke depan dengan targetan pencapaian kepatuhan 80% di semua tatanan, sehingga dalam hal ini Pemerintah Kota Depok akan terus berupaya meningkatkan kepatuhan tersebut dengan kerja sama seluruh OPD maupun masyarakat untuk bersama-sama sadar dan mematuhi Perda KTR ini untuk kepentingan bersama agar terhindar dari bahaya paparan asap rokok dan diharapkan masyarakat Kota Depok dapat menghirup udara segar dan sehat tanpa polusi dari asap rokok.

Selain itu ada data kepatuhan ritel-ritel modern maupun tradisional atas larangan iklan, promosi dan sponsor rokok di tempat-tempat pernjualan serta larangan mendisplay/memajang penjualan produk tembakau.

Sedangkan tingkat kepatuhan terhadap larangan iklan, promosi dan sponsor (IPS) produk tembakau serta alrangan display/memajang penjualan rokok di ritel modern sebanyak 66% pada tahun 2018 sehingga sisanya yagn 35% adalah menjadi PR bersama Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan penegakannya sehigga dapat tercapai 100% kepatuhan setahun ke depan.

Data tentang kepatuhan di warung tradisional masih sangat rendah yaitu 5 % yang sudah emnutup penuh display/pajangan penjualan rokoknya. Jumlah warung tradisional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini diperkirakan lebih banyak lagi dari toko modern dan ini pun menjadi PR Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan kepatuhan.

Kami sangat mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif demi terwujudnya Kota Depok Sehat Tnapa Asap Rokok. Masyarakat bisa dimulai dari rumah dan lingkungannya dalam implementasi KTR dan juga di tempat-tempat umum dengan cara menegur siapapun yang merokok sembarangan di tempat umum, ataupun melaporkannya kepada pemerintah jika melihat pelanggaran.

 

Sumber : Seksi Promosi Kesehatan

 

 

Comments

comments