NEWS UPDATE

Kewaspasaan Dan Pencegahan Penularan Corona Virus

Silahkan Share

APA sih “Coronavirus

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease (COVID-19) adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

 

DIMANA kasus Coronavirus disease (COVID-19) bermula

Pada 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (coronavirus disease, COVID-19). Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Penambahan jumlah kasus COVID-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran ke luar wilayah Wuhan dan negara lain. Sampai dengan 16 Februari 2020, secara global dilaporkan 51.857 kasus konfimasi di 25 negara dengan 1.669 kematian (Crude Fertility Rate 3,2%).

 

BAGAIMANA cara Penularannya

Penularan virus corona transmisi dari manusia ke manusia :

  1. Via droplet/percikan: suatu cairan yang berisi partikel dengan diameter >5um. Droplet dapat melampaui jarak tertentu (umumnya 1 m) pada permukaan mukosa yang rentan, karena ukurannya besar maka tidak akan bertahan lama di udara. Produksi droplet pernafasan melalui batuk, bersin atau bicara.
  2. Kontak dekat personal (menyentuh atau jabat tangan).
  3. Menyentuh benda atau permukaan terdapat virus disana dan ketika menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan.

SIAPA saja yang berisiko terserang COVID-19

Seseorang yang berisiko terserang COVID-19 adalah orang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (bercakap-cakap dalam radius 1 meter dengan pasien suspect maupun positif COVID-19) atau disebut Kontak Erat.

Yang Termasuk kontak erat adalah:

  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus
  2. Orang yang merawat atau menunggu pasien di ruangan.
  3. Orang yang tinggal serumah dengan pasien.
  4. Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan pasien.
  5. Orang yang bepergian dalam satu alat angkut dengan pasien.
  6. Orang yang bekerja bersama dengan pasien.

 

KAPAN harus waspada!

Ketika mengalami gejala sebagai berikut:

  1. Demam (≥38̊ C) atau ada riwayat demam.
  2. Batuk/ Pilek/ Nyeri tenggorokan.
  3. Pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan/atau gambaran radiologis. Perlu waspada pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh dan (immunocompromised) karena gejala dan tanda menjadi tidak jelas.
  4. Memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.
  5. Riwayat kontak dengan pasien konfirmasi COVID-19.
  6. Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi COVID-19.
  7. Kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan pada 14 hari terakhir ke Provinsi Hubei, China (termasuk Kota Wuhan) atau negara negara yang sudah terkonfirmasi COVID-19.
  8. Kontak dengan orang orang yang berasal dari negara yang sudah terkonfirmasi COVID-19.

 

BAGAIMANA Cara Pencegahan

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah:

  1. Melalui cuci tangan secara teratur (Cuci Tangan Pakai Sabun).
  2. Menerapkan etika batuk dan bersin.
  3. Menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.
  4. Memakai masker bagi yang sakit.
  5. Menginformasikan kepada masyarakat khususnya yang baru kembali dari negara/wilayah terjangkit untuk segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) atau gangguan pernafasan lain.
  6. Segera menghubungi hotline kegawatdaruratan Dinas Kesehatan Kota Depok 112 atau 119.

 

Apa yang harus dilakukan jika saya atau keluarga saya dicurigai terpapar virus ini?

  • Jika memungkinkan, tempatkan di ruang yang terpisah dari orang lain (isolasi internal).
  • Hubungi dokter/ instansi kesehatan terdekat dan informasikan kecurigaan anda tersebut. Jangan berada di ruang tunggu bersama orang lain untuk menghindari penyebaran.
  • Kenakan masker, sarankan untuk menjaga etika batuk/ bersin/ meludah.
  • Pastikan tersedia cukup kertas tisu sekali pakai berikut tempat sampah.

 

Arahan untuk Sekolah dan Pelajar

  1. Untuk mencegah terjangkit penyakit, diharapkan orang tua meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan memberikan makanan gizi seimbang serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diantaranya olahraga teratur dan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
  2. Menerapkan etika batuk dan bersin.
  3. Menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.
  4. Menggunakan masker bila sakit (demam, batuk dan flu).
  5. Siswa dihimbau membawa sendiri hand sanitizer dan tissue kering untuk kebutuhan pribadi.
  6. Membatasi aktivitas di luar sekolah yang melibatkan kerumunan orang (Renang, kegiatan ke tempat wisata, dll) sampai batas waktu yang sudah dipastikan aman.
  7. Memberi keluangan izin tidak hadir bagi siswa dan pegawai yang sakit dengan kondisi Demam dengan suhu diatas 37,5°C (sesuai ketentuan WHO), Batuk, Flu untuk beristirahat di rumah.
  8. Pegawai dan Guru proaktif melaporkan ke UKS jika ada siswa atau pegawai yang sakit dan merujuk ke Puskesmas/Fasilitas Kesehatan Lainnya.
  9. Aturan jika siswa baru kembali dari luar negeri:
  10. Siswa yang kembali dari negara yang telah terjangkit Corona Virus menurut versi WHO, tidak diperkenankan masuk sekolah dan harus tinggal di rumah selama 14 hari untuk diobservasi. Bila ada gejala selama masa observasi, diharapkan untuk segera memeriksakan ke Rumah Sakit dan melaporkan diri ke Crisis Center melalui telepon 112/119 untuk dilakukan pendataan.
  11. Siswa membawa surat keterangan sehat dari dokter saat 14 hari untuk kembali ke sekolah.

 

Arahan untuk fasilitas kesehatan

  1. Para Direktur Rumah Sakit untuk :
  • Melakukan sosialisasi internal kewaspadaan terhadap Pneumonia Novel Coronavirus pada unit-unit
  • Menanyakan riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama  14 hari terakhir pada setiap pasien Pneumonia yang
  • Segera melaporan kasus Pneumonia berat dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit ke Dinas Kesehatan Kota Depok.
  • Melakukan koordinasi rujukan pasien ke RS rujukan melalui Dinas Kesehatan.
  • RS rujukan kasus Penyakit lnfeksi Emerging sesuai SK Menteri Kesehatan No. 414/Menkes/SK/I V/2007 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Flu Burung, adalah :
  • -RS Penyakit lnfeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso
  • – RSPAD Gatot Subroto
  • – RSUP Persahabatan
  • Melakukan isolasi  I  pemisahan  pasien  sementara  selama  menunggu  proses rujukan.Menyediakan  dan  memastikan  kompetensi  petugas  menggunakan  Alat Pelindung Diri (APO) sesuai dengan standar pencegahan penularan penyakit melalui udara (airborne disease).
  • Memfasilitasi proses irwestigasi kasus oleh tim surveilans Dinas
  • Meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelaporan kasus potensial wabah dalam waktu 1×24 jam ke email survim.kotadepok@gmail.com menggunakan formulir laporan terlampir.
  • Memantau perkembangan kasus-kasus pneumonia berat melalui media elektronik dan rilis dari sumber yang dapat dipercaya .

 

2. Para Kepala UPTD Puskesmas se kota Depok untuk :

  • Melakukan sosialisasi internal kewaspadaan terhadap Pneumonia Novel Coronavirus kepada unit-unit
  • Melakukan edukasi  I penyuluhan  kepada  masyarakat  secara  langsung  atau menggunakan media sosial untuk meningkatkan kewaspadaan
  • Menanyakan riwayat perjalanan dari negara terjangkit selama 14 hari terakhir pada setiap pasien Pneumonia yang
  • Segera melaporkan kasus Pneumonia berat dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit ke Dinas Kesehatan Kola Depok.
  • Melakukan koordinasi rujukan pasien ke RS rujukan.
  • RS rujukan kasus Penyakit lnfeksi Emerging sesuai SK Menteri Kesehatan No. 414/Menkes/SK/IV/2007 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Flu Burung, adalah :
  • – RS Penyakit lnfeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso
  • – RSPAD Gatot Subroto
  • – RSUP Persahabatan
  • Melakukan isolasi I pemisahan pasien sementara selama menunggu proses rujukan.
  • Menyediakan dan memastikan kompetensi petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APO) sesuai dengan standar pencegahan penularan penyakit melalui udara (airborne disease).
  • Melakukan investigasi dan penanggulangan sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut agar kejadian tidak meluas menjadi KLB I Kejadian Luar Biasa.
  • Meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelaporan kasus potensial wabah dalam waktu 1×24 jam ke email Survim.kotadepok@gmail.com menggunakan   formulir laporan terlampir dan mengirimkan sms ke Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon.
  • Memantau perkembangan kasus-kasus pneumonia berat melalui media elektronik dan rilis dari sumber yang dapat dipercaya.

Comments

comments