A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: fwrite(): write of 8192 bytes failed with errno=122 Disk quota exceeded

Filename: core/Output.php

Line Number: 621

Backtrace:

File: /home/dinkesweb/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: fwrite(): write of 8192 bytes failed with errno=122 Disk quota exceeded

Filename: core/Output.php

Line Number: 621

Backtrace:

File: /home/dinkesweb/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Dinas Kesehatan Kota Depok

Penyuluhan dalam gedung tentang " Diare "

Senin, tanggal 22 Mei 2023, Petugas Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Cilangkap melakukan kegiatan penyuluhan dalam gedung mengenai Diare. Diare adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar dengan kondisi tinja yang encer atau berair. Diare umumnya terjadi akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. 
Diare biasanya berlangsung tidak lebih dari 14 hari (diare akut). Namun, pada sebagian kasus, diare dapat berlanjut hingga lebih dari 14 hari (diare kronis).

Umumnya, diare tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, diare yang tidak kunjung membaik atau malah makin memburuk dapat menyebabkan komplikasi yang fatal.
Sebagian besar diare disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di usus besar yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Namun, diare yang berlangsung lama dapat terjadi akibat peradangan di saluran pencernaan, misalnya penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.

Gejala diare yang utama adalah buang air besar dengan tinja yang encer, yang bisa mengandung lendir atau darah. Gejala lain yang sering dialami oleh penderita diare adalah:

- Demam
- Perut mulas
- Mual atau muntah
- Pusing dan lemas
- Kulit terasa kering

Pengobatan utama diare adalah untuk mencegah dehidrasi. Penderita dapat meminum oralit, sup encer, dan air putih, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare.

Selain itu, konsumsi makanan lunak dan tidak pedas, suplemen probiotik, dan obat antidiare yang bisa didapatkan di apotek, juga disarankan untuk mempercepat pemulihan diare.

Pada bayi yang masih menyusu, pemberian ASI tetap dilakukan meskipun bayi diare.

Pada kondisi yang lebih serius, dokter akan memberikan obat-obatan, seperti:

Obat antibiotik
Obat pereda nyeri
Obat yang dapat memperlambat gerakan usus

Untuk mencegah diare, dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan makanan, misalnya dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mencuci buah dan sayur, dan tidak mengonsumsi makanan atau minum air yang belum dimasak sampai matang.

Sumber : Puskesmas Cilangkap

Berita Terbaru