NEWS UPDATE

Forum Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kota Depok Tahun 2020

Silahkan Share

Tujuan   pembangunan   nasional   bidang   kesehatan   adalah  tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Berdasarkan teori H.L. Bloom (1974),  derajat kesehatan masyarakat  sangat  dipengaruhi  oleh  empat  faktor  yaitu  faktor  lingkungan,  faktor perilaku,   faktor  pelayanan   kesehatan   dan  faktor  keturunan.   Faktor  lingkungan mempunyai  pengaruh  sebesar  45% terhadap  derajat  kesehatan  masyarakat, sementara faktor perilaku berpengaruh sebesar 30%, faktor pelayanan kesehatan berpengaruh sebesar 20% dan faktor keturunan berpengaruh sebesar 5%. Dalam rangka mencapai  tujuan  tersebut, maka Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan harus hadir melakukan berbagai upaya intervensi terhadap determinan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, dengan mengedepankan upaya peningkatan kesehatan (promotif), upaya pencegahan (preventif) tanpa mengabaikan upaya  penyembuhan  (kuratif) dan upaya pemulihan (rehabilitatif).

Berdasarkan Peraturan Walikota Depok Nomor 82 tahun 2018 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Kesehatan, Dinas merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang kesehatan dan memiliki tugas membantu Wali Kota melaksanakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan bidang kesehatan.  Sesuai tugas pokok dan fungsinya, Dinas Kesehatan melaksanakan Misi Wali Kota Depok yang Pertama yaitu Meningkatkan kualitas Pelayanan Publik yang Profesional dan transparan dan Kedua yaitu Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Religius, Kreatif dan Berdaya Saing. Dalam rangka mengimplementasikan Misi tersebut, Dinas Kesehatan memiliki Tujuan Dinas Kesehatan, yaitu Meningkatnya Akuntabilitas Dinas Kesehatan dan Meningkatnya  Derajat Kesehatan Masyarakat Menuju Smart Healthy City.

Indikator kinerja dari tujuan 2 RPJMD Kota Depok, yaitu meningkatkan status derajat kesehatan masyarakat di Kota Depok diukur melalui 4 indikator. yaitu Tatanan Kota Sehat, Prevalensi Gizi Buruk, Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Capaian Kinerja Tatanan Kota Sehat dan Prevalensi Gizi Buruk telah tercapai, namun indicator Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi belum tercapai.

Capain kinerja Tatanan Kota Sehat tercapai, karena telah terdapat 4 tatanan yang dipilih menjadi Tatatnan Kota Sehat. Kota Sehat adalan suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan Pemerintah Daerah. Capaian Kota Depok tahun 2017, telah meraih penghargaan Swasti Saba dengan katagori WIWERDA, yaitu penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten/Kota Sehat pada taraf pembinaan. Tatanan yang dipilih yaitu :

  • Kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum;
  • Kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri;
  • Ketahanan pangan dan gizi; dan
  • Kehidupan sosial yang sehat.

Capain kinerja Prevalensi Gizi Buruk di Kota Depok, telah sesuai target RPJMD. Jumlah kasus Gizi Buruk di Kota Depok tahun 2018 adalah 76  kasus dari 124.862 balita (0,06%). Bila dibandingkan dengan  capaian kinerja beberapa tahun sebelumnya, capaian di tahun ini tetap sama. Pada tahun 2014 sebanyak  75 kasus dari 121.046 balita (0,06%), tahun 2015 sebanyak  77 kasus dari 124.067 balita (0,06%),  tahun 2016 sebanyak  85 kasus dari 133.466 balita (0,06%) dan tahun 2017 83 kasus dari 129.628 balita (0,06%). Sementara dibandingkan dengan angka nasional, capaian tahun 2018 sudah diatas prevalensi nasional dan Jawa Barat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar  tahun 2018, prevalensi gizi buruk (BB/TB) hasil Pengukuran Status Gizi Balita di Indonesia adalah 3,5%  dan Jawa Barat sebesar 3,2%.

Capaian Kinerja AKI dan AKB, telah 3 tahun berturut-turut belum tercapai. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan 2018, didapatkan bahwa tahun 2018,  kasus kematian  bayi  mencapai 67 kasus dari 42.665 Kelahiran Hidup (1,55/1.000 KH). Capaian ini tidak sesuai dengan target RPJMD tahun 2018 sebesar 60 Kasus.  Namun bila dilihat tren selama beberapa tahun terakhir, capaian tahun 2018 menurun dari tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2013 sebesar 2,34/1000 KH, tahun 2014 sebesar 1,78/1000 KH, tahun 2015 sebesar 1,54/1000 KH dan tahun 2016 sebesar 2,20/1000KH, dan tahun 2017 sebesar 1,68/1.000 KH. Begitupula bila dibandingkan dengan standar nasional, capaian tahun 2018 sudah cukup bagus dibawah angka Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, yaitu 32 per 1000 Kelahiran Hidup (KH), serta dibawah target SDG’s, yaitu 12 per 1000 KH pada tahun 2030.

Pada tahun 2018, jumlah kasus kematian ibu  mencapai 18 kasus dari 43.227 KH atau AKI 41,64 per 100.000 KH. Capaian ini tidak sesuai dengan target RPJMD tahun 2018 sebesar 13 Kasus . Capaian tahun ini, masih terdapat kasus kematian ibu, namun bila dilihat tren, cenderung menurun. Hal tersebut dapat dilihat dari angka kematian ibu pada tahun 2013 sebesar 39,84/100.000 KH, tahun 2014 sebesar  36,42/100.000 KH, tahun 2015 sebesar 34,83/100.000 KH, pada tahun 2016 sebesar 38,85/100.000 KH dan tahun 2017 sebesar 46,87 per 100.000 KH . Begitupula bila dibandingkan dengan standar nasional, capaian tahun 2018 sudah cukup bagus dibawah Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia adalah 359 per 100.000 kelahiran hidup, sementara berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 adalah 305 per 100.000 KH dan target SDG’s adalah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.

Selain permasalahan indikator AKI dan AKB yang belum mencapai target, terdapat indicator kinerja masalah dalam hal ketersediaan Sumber daya di Puskesmas dan Belum terpenuhinya standar SDM Kesehatan sesuai Permenkes 75 tahun 2014 tentang Puskesmas di seluruh Puskesmas, Belum semua PKM memiliki alkes dan sarpras sesuai standard, Pemberdayaan masyarakat, peran serta masyarakat dan peran lintas sektor masih belum optimal, serta kegiatan Upaya Kesehatan masyarakat belum optimal.

Dinas Kesehatan sebagai salah satu Perangkat Daerah adalah organisasi atau lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Kepala Daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di daerah, khususnya urusan kesehatan.  Dalam menyelenggarakan Tugas dan Fungsi Dinas Kesehatan, salah satu tahapan perencanaan pembangunan kesehatan adalah menyelenggarakan Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah , yaitu  Forum dengar pendapat publik dan penjaringan aspirasi dari pemangku kepentingan di daerah sesuai dengan bidang kewenangan Perangkat Daerah  untuk menyusun rencana pembangunan tahunan.

Dalam pelaksanaan Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah, perlu  memperhatikan prioritas program dan kegiatan yang dihasilkan dari kecamatan, kinerja pelaksanaan kegiatan Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah  tahun berjalan, rancangan awal RKPD serta Renstra Perangkat Daerah. Forum Rencana Kerja Dinas Kesehatan dilakukan untuk menyeleraskan Program dan kegiatan serta mempertajam indikator serta target kinerja program dan kegiatan Dinas Kesehatan sejalan dengan Renstra Dinas Kesehatan dan RPJMD Kota Depok sehingga tercapai tujuan dan sasaran yang diharapkan.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, dalam rangka pencapaian tujuan, sasaran dan indikator kinerja Dinas Kesehatan, salah satunya indikator AKI dan AKB yang belum tercapai, dengan kondisi sumber daya yang dimiliki Dinas Kesehatan belum optimal, maka dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2020 perlu dilakukan analisis lebih mendalam dengan mendengar masukan dari berbagai pihak, baik lintas program maupun lintas sektor sehingga intervensi yang akan dilakukan dalam pencapaian indikator dapat dilakukan secara tepat serta derajat kesehatan masyarakat yang diharapkan dapat tercapai.

(25/02/2019) Bertempat di Hotel Bumi Wiyata, Dinas Kesehatan Kota Depok menyelenggarakan Forum Rencana Kerja tahun 2020. Mengangkat tema “Optimalisasi Kesehatan Masyarakat (UKM) Menuju Smart Healthy City”, kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Depok, H. Pradi Supriatna, S.Ko, M.MSi. Peserta pada kegiatan ini terdiri dari Camat Se Kota Depok, LPM Se Kota Depok, PKK Tingkat Kota Depok, Puskesmas Se Kota Depok Depok, Ikatan Profesi, Organisasi Kemasyarakatan, Rumah Sakit Se Kota Depok,Perwakilan Universitas dan Perangkat Daerah terkait. Adapun narasumber pada kegiatan ini yaitu dari Dinas Kesehatan, DPRD Kota Depok, BAPPEDA Kota Depok, dan FKM UI.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan pada sektor kesehatan di Kota Depok sehingga dapat berdaya ungkit terhadap pencapaian kinerja dan target pembangunan kesehatan di Kota Depok. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan Program dan Kegiatan Dinas Kesehatan dengan usulan Program dan Kegiatan dari seluruh kecamatan dengan Rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Dinas Kesehatan Tahun 2020, menetapkan prioritas kegiatan yang akan dimuat dalam Renja PD Dinas Kesehatan Tahun 2020, mempertajam indikator serta target kinerja program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan, dan menyelaraskan program dan kegiatan antar Perangkat Daerah Kota Depok dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan dan sinergitas pelaksanaan prioritas pembangunan daerah serta menyesuaikan pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing Perangkat Daerah.

Comments

comments